Berita  

Krisis Stok Pertamax di Bondowoso: Pertamina Lakukan Pengendalian Ketat dan Siapkan Suplai Alternatif

BONDOWOSO (SBINews.id) – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax sempat melanda sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bondowoso dalam tiga hari terakhir. Menanggapi kondisi tersebut, pihak Pertamina Patra Niaga melalui Sales Branch Manager (SBM) Malang II Fuel memberikan klarifikasi mendalam mengenai penyebab teknis dan langkah percepatan pemulihan distribusi.

Berdasarkan data stok per Sabtu (10/1/26) pukul 07.00 WIB, ketersediaan Pertamax di 9 SPBU wilayah Bondowoso mulai menunjukkan tren pemulihan. Meski pada Jumat (9/1) dilaporkan terjadi kekosongan di beberapa titik, data terbaru mencatat mayoritas SPBU kini telah memiliki stok bervariasi antara 0,5 KL hingga 9,9 KL.

Andi Reza Ramadhan, selaku pelapor dari SBM Malang II Fuel, menjelaskan bahwa pada saat pemberitaan kelangkaan mencuat, sebenarnya 7 SPBU masih memiliki stok, sementara 2 SPBU lainnya memang sempat mengalami kekosongan.

“Untuk dua SPBU yang kosong, pengiriman telah dilakukan pagi ini (10/1) dengan status Gate Out pukul 05.12 WIB. Estimasi produk tiba di lokasi pada pukul 09.30 WIB untuk langsung melayani masyarakat,” ujar Andi dalam laporan tertulisnya.

Akar permasalahan kelangkaan ini disinyalir bersumber dari keterbatasan stok di Integrated Terminal (IT) Tanjungwangi. Per 9 Januari 2026, stok Pertamax di terminal tersebut berada di angka 1.060 KL dengan ketahanan stok (Coverage Day) hanya mencapai 5,4 hari.

Sebagai langkah antisipasi agar stok tidak habis total sebelum kapal tanker pengangkut suplai baru tiba, Pertamina melakukan kebijakan pengendalian penyaluran. Data menunjukkan adanya penurunan stok yang cukup signifikan sejak 6 Januari 2026:

  • 6 Januari: Stok 1.757 KL (9 hari)
  • 9 Januari: Stok 1.060 KL (5,4 hari)

Untuk memperkuat ketahanan energi di wilayah Jawa Timur bagian timur, Pertamina tengah memantau pergerakan MT Maritim Nusantara yang membawa kargo 2.000 KL Pertamax, yang dijadwalkan bersandar di Tanjungwangi pada 13 Januari mendatang.

Baca Juga:
Semangat Merah Putih, Rutan Situbondo Gelar Donor Darah Bersama PIPAS dalam Rangka HUT ke-80 RI

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi VI DPR-RI Fraksi PKB, H.M. Nasim Khan. Legislator asal Dapil Jatim III ini meminta Pertamina Patra Niaga untuk bekerja maksimal dalam menjaga ketersediaan energi di tingkat akar rumput.

“Pertamina Patra Niaga harus maksimal memperhatikan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam hal persediaan dan pendistribusian BBM. Jangan sampai kendala distribusi ini mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas warga,” tegas Nasim Khan.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan respons cepat terhadap keluhan warga. “Masukan masyarakat selalu kita harapkan. Setiap laporan harus diterima, dikaji langsung ke lapangan, dan segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Guna memastikan kelangkaan tidak meluas ke daerah lain, Pertamina telah menyiapkan beberapa langkah darurat strategis dan antisipasi ke depan:

  • Suplai Alternatif: Menyiapkan pengalihan suplai (shifting) Pertamax dari IT Surabaya jika kondisi di IT Tanjungwangi semakin kritis.
  • Build Up Stock: Melakukan pengisian stok secara masif di SPBU wilayah Bondowoso dan Jember dalam dua hari ke depan.
  • Evaluasi Berkala: Melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan kapal tanker dan realisasi penyaluran harian.

Pihak Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying, karena upaya normalisasi distribusi terus dilakukan demi menjaga pelayanan kepada seluruh konsumen tetap terjamin.

Penulis: EdySEditor: Hamzah
error: