Berita  

Mas Rio Ajak Pelaku Usaha Bangun Situbondo Jadikan Daerah Ramah Investasi

SITUBONDO (SBINews.id) – Di tengah suasana hangat perayaan Idulfitri, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang akrab disapa Mas Rio, menggelar acara Halalbihalal bersama jajaran pimpinan dunia usaha di Kabupaten Situbondo. Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi panggung penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan transparan.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia, OJK, Balai Taman Nasional Baluran, Perum Perhutani, Bulog, hingga pimpinan BUMN/BUMD dan swasta ini, diawali dengan permohonan maaf tulus dari Mas Rio dan Wakil Bupati Ulfiah.

Dalam sambutannya, Mas Rio menekankan adanya pergeseran paradigma dalam pengelolaan aset daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah kini memposisikan diri sebagai fasilitator dan regulator, bukan lagi pemain teknis di wilayah bisnis.

“Situbondo telah bertransformasi menjadi daerah yang business-friendly. Kami berkomitmen untuk tidak masuk terlalu dalam ke urusan bisnis teknis. Kami menyediakan regulasi dan kemudahan,” ujar Mas Rio di hadapan para pengusaha.

Salah satu bukti nyata transformasi ini adalah rencana pengelolaan destinasi wisata Pasir Putih. Pemkab Situbondo berencana menerapkan skema Build-Operate-Transfer (BOT) selama 30 tahun melalui proses appraisal dan bidding yang transparan. Mas Rio pun mengajak para investor untuk menangkap peluang pembangunan hotel di bibir pantai serta pengembangan kawasan strategis lainnya.

Mengenai pembangunan jalan tol yang kini telah mencapai wilayah Besuki/Suboh, Mas Rio melihatnya sebagai peluang emas bagi sektor UMKM dan pariwisata, khususnya di sepanjang jalur Pantura. Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai aspek hospitality atau keramahtamahan pelayanan.

Ia mengaku telah menginstruksikan Diskoperindag untuk membina pelaku usaha kuliner agar mengedepankan kejujuran harga dan kesantunan. “Kita ingin wajah Situbondo boleh terlihat tegas di luar, tapi harus memiliki hati yang tulus dalam melayani. Wisatawan harus disambut dengan senyum dan pelayanan prima,” tegasnya.

Baca Juga:
Suara Lantang Petani Tebu: Pasar Dikuasai Gula Rafinasi, Negara Diminta Hadir

Visi besar Mas Rio juga menyentuh aspek sejarah dan estetika kota. Kawasan Panarukan diproyeksikan menjadi kawasan heritage, sementara ruang-ruang publik di sekitar Alun-Alun Situbondo dan Besuki akan dioptimalkan agar tidak ada lagi “ruang mati“.

Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari PT Pos hingga Pangdam V/Brawijaya, untuk menyulap aset-aset bersejarah menjadi pusat kegiatan ekonomi dan kuliner. Targetnya jelas: menjadikan Situbondo sebagai destinasi utama dalam rute wisata internasional Jogja-Bromo-Ijen-Bali.

Di balik optimisme tersebut, Mas Rio juga menyinggung tantangan besar pascabencana banjir yang menelan biaya rekonstruksi tinggi. Ia memberikan apresiasi khusus kepada sektor swasta, seperti PT Fuyuan, yang turut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur jembatan.

“Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha adalah kunci. Segala upaya yang kami lakukan semata-mata demi kepentingan masyarakat Situbondo,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan 1000 bibit pohon secara simbolis oleh Misbakhul Munir, KKPH Perum Perhutani Bondowoso kepada Mas Rio. Penyerahan bibit pohon ini adalah hadiah yang diminta Mas Rio bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Sebelumnya Mas Rio menyatakan menolak segala jenis hadiah, kecuali bibit pohon. Bibit-bibit pohon ini rencananya akan ditanam serentak pada tanggal 22 April 2026.

Sesi terakhir adalah ramah-tamah dan bersalaman saling bermaafan sebagai simbol kerukunan, dan ditutup dengan makan siang bersama dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: