Pabrik Skincare Go Kana Factory 2 Resmi Dibuka di Situbondo, Serap 100 Tenaga Kerja Lokal

Helmy Yahya: Pentingnya Networking dan Stay Connected

Dok.Foto: Penandatanganan Prasasti oleh Mas Rio

SITUBONDO — Industri manufaktur di Kabupaten Situbondo kembali menggeliat. Sabtu, 12 Juli 2025, sebuah pabrik skincare berskala nasional, Go Kana Factory 2, resmi dibuka di Desa Sliwung, Kecamatan Panji. Peresmian ini menjadi momen penting bagi dunia industri lokal, khususnya dalam sektor kecantikan dan perawatan diri.

Acara peresmian dipimpin langsung oleh Andreas Lucio Ivanno, Chief Operating Officer (COO) IDE EXPERIENCE sekaligus penanggung jawab utama dari acara bertajuk “GO Pabrik”.

Dalam sambutannya, Andreas menyatakan bahwa kehadiran Go Kana Factory 2 di Situbondo bukan hanya sebagai unit produksi baru, tetapi juga sebagai penggerak lahirnya potensi industri lainnya di daerah tersebut.

“Kalau kemungkinan dibuka spot produksi lain, insya Allah pasti akan terbuka. Tujuan owner mendirikan pabrik di sini salah satunya untuk membuka potensi industri lainnya,” ungkap Andreas di hadapan tamu undangan.

Peresmian pabrik ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Ketua Umum ACMI (Asosiasi CEO Mastermind Indonesia) Donny Wahyudi, Pembina ACMI Helmy Yahya, serta jajaran petinggi TNI, yakni Laksamana Pertama TNI Dr. Dwi Hartono, S.Pd., M.A.P., M.Tr.Opsla, dan Marsma TNI Sigit Hardjanto, S.H., M.H.

Hadir pula Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio), Dandenpom V/3 Malang Mayor CPM Sintong Pardamean Hutabarat, S.Hub.Int., S.I.P., unsur Forkopimda Kabupaten Situbondo, serta ratusan tamu undangan lainnya.

Go Kana Factory 2 diketahui memiliki kapasitas produksi harian hingga 200 liter produk skincare, dengan total tenaga kerja aktif sebanyak 100 orang. Target pengembangan berikutnya, kata Andreas, adalah peningkatan jumlah pekerja hingga 150 orang dalam waktu dekat.

Yang menarik, Andreas menegaskan bahwa 98 persen dari total karyawan adalah warga lokal Situbondo. Hanya beberapa posisi teknis khusus yang direkrut dari luar daerah. “Hanya ahli-ahli teknis tertentu yang kami rekrut dari luar, selebihnya semua warga Situbondo,” tegasnya.

Baca Juga:
Pemkab Situbondo Bersama IMI Gelar Kejurprov Road Race Sambut Harjakasi ke-205

Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal, pihak pabrik juga menggandeng Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) serta sejumlah SMK di wilayah Situbondo. Program pelatihan yang digagas antara lain mencakup e-commerce dan live streaming sebagai bagian dari strategi pemasaran digital produk-produk pabrik.

“Kami ingin warga lokal tidak hanya jadi tenaga produksi, tapi juga pelaku distribusi dan promotor di era digital. Ini era konten, semua harus siap jualan online,” ujar Andreas menjelaskan visi pengembangan SDM-nya.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa operasional pabrik ini telah memenuhi aspek legalitas sepenuhnya. “Semua izin sudah lengkap. Produk yang kami hasilkan sudah memiliki sertifikat BPOM dan Halal, jadi masyarakat tak perlu ragu,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Helmy Yahya menyoroti berbagai tantangan dan peluang di Indonesia, khususnya terkait sektor kesehatan dan kewirausahaan. Ia menggarisbawahi beberapa kendala utama dalam pengembangan sektor kesehatan di Indonesia, antara lain perizinan rumah sakit yang sulit, kekurangan dokter spesialis, kesulitan praktik dokter lulusan luar negeri, oligarki di industri farmasi dan pajak tinggi, serta kendala lainnya.

Selain isu kesehatan, Helmy Yahya menekankan pentingnya networking dan adaptasi dalam dunia bisnis. Sehebat dan sepintar apa pun seseorang, jaringan (network) adalah kunci utama untuk kesuksesan, tidak hanya untuk adaptasi tetapi juga untuk tetap terhubung (stay connected) dengan perkembangan terkini.

Helmy Yahya kemudian menyoroti pentingnya berkomunikasi dan memahami Generasi Z, meskipun kadang dianggap “menyebalkan”. Menurutnya, mereka adalah masa depan, dan pengusaha perlu belajar berinteraksi dengan perspektif serta bahasa mereka sendiri (misalnya, skena, burn out, healing, jujurly). Hal ini menunjukkan perlunya para pengusaha untuk tidak terpaku pada cara pandang sendiri, melainkan mau memahami perspektif generasi muda.

Baca Juga:
SMAN 1 Situbondo Kembali Menggondol Piala Bergilir Liga Pelajar Bupati Cup IV

Secara keseluruhan, Helmy Yahya menyerukan agar tantangan ini diatasi, khususnya melalui kolaborasi dan jaringan, sambil terus beradaptasi dengan dinamika sosial dan generasi baru.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo memberikan apresiasi besar atas hadirnya investasi ini. Ia menyebut, Go Kana Factory 2 merupakan langkah nyata menuju industrialisasi berbasis daerah.

“Ini yang disebut industrialisasi. Pasti menyerap tenaga kerja. Kita dukung investasi karena itu cara paling cepat membereskan kemiskinan, karena uang berputar di sini,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Rio tersebut.

Ia juga berharap kehadiran pabrik ini mampu menjadi inspirasi bagi investor lain untuk melirik potensi Situbondo, yang selama ini dikenal sebagai daerah agraris dan pariwisata.

“Situbondo tidak kekurangan SDM, yang kita butuhkan adalah akses, kesempatan, dan jaringan pasar. Jika industri seperti ini tumbuh, maka akan terjadi perubahan besar dalam struktur ekonomi lokal kita,” tambah Mas Rio.

Pabrik Go Kana Factory 2 sendiri merupakan ekspansi dari pabrik pertamanya yang telah lebih dulu beroperasi. Dengan penambahan fasilitas baru ini, perusahaan berharap dapat meningkatkan kapasitas distribusi ke pasar domestik dan ekspor, terutama untuk produk perawatan kulit yang kini makin digemari masyarakat.

Acara peresmian berlangsung semarak dengan rangkaian pemaparan produksi, sesi talkshow seputar industri kreatif dan e-commerce, serta penampilan seni budaya lokal Situbondo sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.

Melalui langkah ini, Situbondo semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu kawasan tujuan investasi strategis di Jawa Timur. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, investor swasta, dan komunitas CEO nasional seperti ACMI, ekosistem industri lokal tampaknya siap tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: