SITUBONDO (SBINews.id) – Anggota Komisi VI DPR-RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), HM Nasim Khan, terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal transformasi digital di tengah masyarakat. Bekerja sama dengan Bank Mandiri sebagai mitra Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Nasim Khan menggelar sosialisasi bertajuk “Transaksi Digital dan Keamanan Mobile Banking” yang dihadiri oleh sekitar 700 peserta dari berbagai elemen masyarakat se-Kabupaten Situbondo.
Acara yang berlangsung khidmat namun komunikatif ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh besar, di antaranya Habib Husein Abu Bakar, KH Al-Ma’i Sufyan Miftahul Arifin, jajaran anggota DPRD Kabupaten Situbondo dari Fraksi PKB, tokoh agama dan masyarakat setempat serta Dr. Supriyono, S.H., M.Hum., selalu koordinator Tim Hukum NKI di Situbondo.
Dalam sesi edukasi, Pimpinan Cabang Bank Mandiri Situbondo, Rinaldi, memaparkan materi krusial mengenai perlindungan nasabah dalam menggunakan aplikasi Livin’ by Mandiri. Ia menekankan bahwa keamanan data pribadi adalah kunci utama dalam bertransaksi di ruang digital.
“Nasabah wajib menjaga kerahasiaan PIN, kode OTP, CVV, hingga password. Jangan pernah memberikan data tersebut kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank,” tegas Rinaldi.
Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap modus phishing dan social engineering yang kerap beredar melalui tautan mencurigakan di WhatsApp atau SMS. Sebagai langkah proteksi tambahan, masyarakat diimbau mengaktifkan fitur biometrik seperti Face ID atau sidik jari, serta rutin mengganti kata sandi secara berkala.
Dalam sambutannya, HM Nasim Khan menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bank Mandiri yang telah bersinergi mengawal kebutuhan finansial masyarakat Situbondo, termasuk melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan gaya bicaranya yang lugas, Nasim menegaskan bahwa sinergi antara legislatif dan BUMN harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

“Haram hukumnya jika Kabupaten Situbondo tidak sejahtera. Kita punya perwakilan di DPR RI, di Provinsi, dan kursi terbesar di DPRD kabupaten. Artinya, tidak ada alasan warga Situbondo tidak mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan yang layak,” ujar Nasim di hadapan ratusan tim penggerak NKI (Nasim Khan Indonesia).
Nasim juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan dan pembangunan umat yang berakhlak. Ia berpesan agar tim NKI yang hadir mampu menjadi jembatan aspirasi (monitoring) bagi dirinya di pusat. “NKl Call Center buka 24 jam. Sampaikan apa yang dibutuhkan masyarakat, kita akan perjuangkan lewat fungsi legislasi dan pengawasan di DPR,” tambahnya.

Suasana semakin sejuk dengan hadirnya KH Al-Ma’i Sufyan Miftahul Arifin yang memberikan tausiyah tentang pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam setiap sendi kehidupan, termasuk dalam berinteraksi sosial dan ekonomi.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Habib Husein Abu Bakar. Sebelum memanjatkan doa, Habib Husein sempat berbagi kisah inspiratif mengenai perjalanan awal beliau di dunia politik saat masih menyandang status santri, yang memberikan motivasi bagi para pemuda dan konstituen yang hadir.
Ditemui usai acara, Nasim Khan menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi dan buka puasa bersama, melainkan bagian dari fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi.
“Hari ini hadir hampir 100 persen tim penggerak dari setiap desa. Kami ingin memastikan ukhuwah terjaga dan masyarakat semakin cerdas secara digital. Sinergi antara legislatif, eksekutif, dan mitra seperti Himbara (Bank Mandiri) adalah kunci untuk membangun Situbondo yang lebih baik dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” pungkasnya.












