SITUBONDO (SBINews.id) – Paseban Agung, Alun-alun Situbondo, berubah menjadi pusat kemeriahan saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Mengusung tema besar “Situbondo Islamic Culture: Literasi Budaya Lokal untuk Situbondo Naik Kelas“, acara ini sukses memadukan refleksi spiritual dengan perayaan budaya yang melibatkan puluhan ribu masyarakat. Senin (15/6/26).
Penyambutan Ikonik “Can-Macanan Kadduk“
Suasana khidmat bercampur antusiasme tinggi menyambut kedatangan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Sebelum mencapai panggung utama di Paseban Agung, Mas Rio disambut oleh atraksi tiga ekor “Can-Macanan Kadduk“.
Replika harimau yang terbuat dari karung goni (ikon budaya masyarakat Pendhalungan) ini tampil memukau dengan iringan musik dan tarian tradisional. Bukan sekadar pertunjukan seni, Can-Macanan Kadduk membawa makna simbolik mendalam bagi masyarakat Situbondo.
Harimau-harimau ini melambangkan penolak bala (muang sangkal) untuk membersihkan wilayah dari roh jahat, simbol kekuatan dan perlindungan, hingga representasi semangat petani menyambut musim tanam. Atraksi ini menjadi simbol pengingat akan nilai moral perjuangan melawan keburukan yang dikemas dalam hiburan rakyat yang edukatif.

Kentongan dan Semangat Hijrah
Acara resmi dibuka secara simbolis dengan pemukulan kentongan secara serempak oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Situbondo. Alunan kentongan yang menggema bertalu-talu menjadi tanda dimulainya rangkaian perayaan, yang disambung dengan pelepasan kontingen pawai siswa-siswi SMP dan SMA se-Kecamatan Situbondo.

Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai 1 Muharram sebagai momentum untuk berbenah diri. Ia menyoroti tradisi rokat yang dilakukan di 136 desa di Situbondo sebagai wujud doa dan keselamatan bumi.
“Mari kita berhijrah dari keadaan yang kemarin masih kurang baik menjadi lebih baik. Pemerintah Kabupaten Situbondo meneguhkan semangat pembangunan dan kekompakan bersama Bupati untuk memajukan daerah agar ‘Situbondo Naik Kelas’,” ujar Mbak Ulfi.
Mbak Ulfi juga menegaskan komitmen pemerintah dalam sektor pendidikan. Sebagai daerah yang dijuluki Kota Santri, ia menekankan pentingnya peran orang tua, guru, dan para siswa dalam menjaga semangat belajar demi mewujudkan generasi yang berakhlak mulia.
Pawai Budaya dan Antusiasme Publik
Paseban Agung kemudian berubah menjadi panggung megah sebelum pawai dilepas. Masing-masing kontingen siswa menampilkan atraksi yang enerjik dan penuh kreativitas di depan jajaran Forkopimda dan tamu undangan.




Kegembiraan tak berhenti di lokasi acara. Puluhan ribu warga memadati sepanjang rute pawai yang membentang dari Paseban Agung, melewati Jl. Diponegoro dan Jl. Irian Jaya, hingga berakhir di pelataran Pasar Mimbaan Baru. Peringatan 1 Muharram tahun ini pun menjadi bukti nyata soliditas antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga tradisi, sekaligus harapan besar untuk membawa Situbondo ke arah yang lebih baik di tahun 1448 Hijriah.












