Berita  

Bupati Rio Tinjau Perbaikan Jembatan Kesambian dan Heli yang Rusak Akibat Banjir, Ribuan Warga Tak Perlu Lagi Jalan Memutar

SITUBONDO (SBINews.id) — Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meninjau pembangunan Jembatan Gantung Sungai Kesambian di Desa Sumber Tengah, Kecamatan Bungatan, Selasa (16/6/2026). Jembatan yang menghubungkan Dusun Krajan dan Dusun Bantapen itu dibangun kembali setelah rusak diterjang banjir dan sempat memutus akses masyarakat.

Kerusakan jembatan membuat warga harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh untuk beraktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga mengakses layanan kesehatan dan pelayanan publik.

Dalam kunjungannya, Bupati yang akrab disapa Mas Rio memastikan pembangunan berjalan sesuai target. Jembatan gantung tersebut memiliki panjang 34 meter dan lebar 2 meter.

Menurut Mas Rio, keberadaan jembatan bukan hanya sebagai penghubung wilayah, tetapi juga menjadi sarana penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik yang menghubungkan dua dusun. Yang paling penting adalah menghubungkan aktivitas ekonomi warga, akses anak-anak menuju sekolah, serta memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dan pelayanan publik lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, percepatan pembangunan dilakukan agar akses masyarakat yang sempat terputus akibat banjir dapat segera pulih. Dengan konektivitas yang kembali normal, aktivitas ekonomi warga diharapkan ikut meningkat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Permukiman (PUPP) Situbondo, Abdul Kadir, mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Kesambian menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah pascabanjir yang melanda wilayah tersebut pada awal tahun.

“Pembangunan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat. Begitu akses terputus akibat banjir, kami langsung melakukan identifikasi dan perencanaan agar jembatan dapat segera dibangun kembali,” katanya.

Menurut Kadir, jembatan baru dirancang dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan kebutuhan mobilitas warga. Keberadaannya akan memberikan manfaat langsung bagi ribuan kepala keluarga yang selama ini bergantung pada akses penghubung antara Dusun Krajan dan Dusun Bantapen.

Baca Juga:
Sambut Ramadhan, K2 Fest 2026 Resmi Dibuka di Pendopo Kecamatan Kapongan

Harapan serupa disampaikan Kepala Dusun Krajan, Ilyas. Ia menyebut masyarakat telah lama menantikan pembangunan kembali jembatan yang rusak dan terbawa arus banjir pada awal 2026.

“Sejak jembatan rusak, warga harus mencari jalan lain yang lebih jauh. Karena itu masyarakat sangat bersyukur ketika pembangunan kembali jembatan ini mulai dilakukan,” ujarnya.

Ilyas memperkirakan hampir seribu kepala keluarga di Dusun Krajan akan merasakan manfaat langsung dari jembatan tersebut. Selain mempersingkat waktu tempuh, keberadaan jembatan baru juga dinilai meningkatkan keamanan warga saat melintasi Sungai Kesambian.

Usai meninjau pembangunan Jembatan Kesambian, Mas Rio melanjutkan kunjungannya ke Desa Jetis, Kecamatan Besuki, untuk memantau kondisi Jembatan Heli yang juga menjadi akses vital masyarakat setempat. Jembatan itu memiliki panjang 15 meter dan lebar 3 meter.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Rio meminta perangkat daerah terkait terus memastikan kondisi infrastruktur tetap aman dan berfungsi optimal. Menurutnya, jembatan penghubung antarwilayah memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita ingin memastikan seluruh infrastruktur yang menjadi urat nadi masyarakat dapat berfungsi dengan baik. Baik yang sedang dibangun maupun yang sudah ada harus terus dipantau kondisinya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Sementara itu, Abdul Kadir menjelaskan peninjauan Jembatan Heli dilakukan untuk memetakan kebutuhan pemeliharaan sekaligus memastikan konstruksi jembatan masih layak digunakan.

Rangkaian peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana serta mendukung pemerataan pembangunan hingga wilayah pedesaan.

Bagi warga Desa Sumber Tengah dan Desa Jetis, keberadaan jembatan yang aman dan layak menjadi kebutuhan mendasar untuk menjaga kelancaran aktivitas sehari-hari sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Baca Juga:
Buka Si Pandhan, Mas Rio Beberkan Strategi Ekonomi Situbondo 2026: Rakyat Harus Berani Berwirausaha
Penulis: Hamzah - TimEditor: Redaksi
error: