Berita  

Job Fair 2025 Situbondo: Meretas Jalan Menuju Kabupaten Naik Kelas; Mas Rio: LSM Jangan Mengganggu Investor!

SITUBONDO – Pendopo Kabupaten Situbondo kembali menjadi saksi geliat pembangunan sumber daya manusia pada Rabu (25/6/25), saat digelarnya Job Fair 2025 Menuju Situbondo Naik Kelas. Acara yang digagas oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Situbondo ini dihadiri ratusan pencari kerja, puluhan perusahaan, dan berbagai unsur pemerintahan serta pemangku kepentingan.

Job Fair 2025 bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia hadir sebagai wujud konkret komitmen Pemkab Situbondo untuk menjembatani pencari kerja dengan dunia industri. Tujuannya jelas: membuka akses peluang kerja seluas-luasnya, mempermudah proses rekrutmen, serta memberikan pengalaman langsung kepada pencari kerja, khususnya generasi muda Situbondo.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Situbondo Yusud Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio) bersama Wakil Bupati Ulfiyah (Mbak Ulfi), Sekretaris Daerah Situbondo Wawan Setiawan, Ketua DPRD Situbondo Mahbub Junaidi, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Situbondo Husna Laili (Mbak Una). Hadir pula jajaran Forkopimda, termasuk Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf. Alexander A.B., Kapolres Situbondo diwakili oleh Kapolsek Kota Iptu Hernowo, Kajari Ginanjar Cahya Permana, Ketua PN Achmad Rasjid, Karutan Suwono, serta Kepala BPJS dan perwakilan OPD.

Kepala Disnakertrans Situbondo, Kholil, S.P., M.P., dalam sambutannya menjelaskan bahwa acara ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan angka pengangguran terbuka di Situbondo yang per akhir 2024 mencapai 3,15% atau sekitar 13.000 jiwa. Angka ini masih tergolong rendah dibanding rata-rata nasional, namun tetap memerlukan perhatian serius.

Dalam sambutan utamanya, Mas Rio menekankan pentingnya keberanian generasi muda untuk mengubah pola pikir. “Tingkat pengangguran kita di angka 3,15% dari 460 ribu angkatan kerja. Itu artinya sekitar 13 ribu orang belum bekerja. Mungkin lebih kalau sensus dilakukan menyeluruh,” ujarnya, sembari mengajak peserta Job Fair untuk memanfaatkan momentum ini.

Baca Juga:
PMII Situbondo Tegaskan Komitmen Kawal Kasus Kakek Cendet Jelang Sidang Replik

Mas Rio mengungkapkan, penciptaan lapangan kerja menjadi prioritas utama dalam mengatasi kemiskinan yang masih berada di angka 11,51%. Namun, menurutnya, tantangan terbesar bukan semata soal ketersediaan pekerjaan, tetapi juga mentalitas generasi muda.

Ia mengkritisi kecenderungan sejumlah pencari kerja asal Situbondo yang hanya ingin bekerja di kampung halaman, serta mudah menyerah saat bekerja di luar kota. “Saya punya usaha di Jember, saya ajak anak Situbondo, dua minggu minta pulang. Ini soal mental,” ujarnya lantang.

Lebih lanjut, Mas Rio menekankan pentingnya membuka diri terhadap peluang di luar Situbondo. Ia mencontohkan sejumlah anak muda Situbondo yang kini sukses sebagai kapten kapal pesiar internasional dan pengusaha digital. “Yang penting bukan di mana kamu bekerja, tapi bagaimana kamu pulang membawa keberhasilan,” ujarnya memotivasi.

Mas Rio juga menyampaikan komitmen Pemkab dalam menarik investasi besar-besaran ke Situbondo. Ia membeberkan rencana pembangunan Ocean Glamping hasil kerja sama dengan pengusaha muda, serta reaktivasi lahan tidur 400 hektare milik investor asal Jakarta. “Kita siapkan izinnya, tinggal cari lokasinya,” jelasnya.

Bupati juga mengumumkan adanya investasi energi terbarukan senilai Rp1,2 triliun di daerah Kelampokan, yang ditargetkan rampung pada 2028. “Proyek ini akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar,” tegasnya.

Namun, menurut Mas Rio, pencari kerja tidak boleh hanya menunggu proyek-proyek besar tersebut rampung. Ia menegaskan bahwa adaptasi dan semangat pantang menyerah harus dimiliki setiap individu. “Jangan gampang homesick. Jangan cepat menyerah,” serunya penuh semangat.

Tak hanya berbicara pada pencari kerja, Mas Rio juga mengkritik cara pandang perusahaan dalam merekrut tenaga kerja. “Tolong ubah cara perekrutan. Jangan hanya lihat ijazah. Google saja sudah tidak pakai ijazah. Yang penting skill dan karakter,” katanya.

Baca Juga:
Toko Pertanian AB Makmur Rayakan Hari Jadi Pertama dengan Gebyar Undian Berhadiah

Ia menyarankan perusahaan untuk lebih terbuka dalam menilai pelamar kerja. “Ada anak lulusan pertanian tapi jago keuangan, ada lulusan SMK yang jago desain. Itu harus dihargai,” ucapnya, menekankan pentingnya asesmen berbasis kemampuan.

Bupati juga menyoroti pentingnya pendekatan kewirausahaan. Ia mencontohkan kisah Jack Ma yang sukses membangun Alibaba dengan menggandeng UMKM. “Pendekatannya bukan sentralisasi, tapi disebar. Kolaboratif,” tegasnya.

Dalam konteks itu, ia mendorong anak-anak muda Situbondo agar mulai berani berwirausaha, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial sebagai kanal promosi maupun transaksi.

Mas Rio juga membongkar mitos lama tentang pekerjaan ideal. Menurutnya, saat ini pekerjaan formal bukan satu-satunya ukuran kesuksesan. “Bekerja tidak harus pakai sepatu fantofel atau jam 7 pagi. Asal menghasilkan, itu pekerjaan,” katanya.

Ia juga menyinggung perubahan zaman. “Dulu PNS adalah dambaan. Sekarang? Anak muda ditanya: kamu punya bisnis apa? Semakin informal, semakin keren,” ucapnya, memancing tawa dan tepuk tangan hadirin.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap pelaku UMKM dan mitra dunia kerja, acara ini juga diisi dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Mas Rio dan Mbak Ulfi kepada beberapa perusahaan dan tokoh inspiratif.

Penabuhan Gong Pusaka yang menjadi penanda dibukanya Job Fair 2025 Situbondo dilakukan oleh Mas Rio, didampingi oleh Mbak Ulfi, Dandim, Kajari, Ketua DPRD, Sekda dan perwakilan dari Polres Situbondo.

Dalam acara tersebut, Mas Rio dan Mbak Ulfi juga menyerahkan beberapa penghargaan. Sepanjang acara, ratusan pelaku UMKM turut meramaikan halaman Pendopo. Mereka membuka stan di sepanjang Jalan Kartini, menyajikan produk lokal Situbondo mulai dari makanan, kriya, fesyen, hingga layanan digital.

Job Fair 2025 menjadi momentum penting. Tak hanya mempertemukan pencari kerja dan perusahaan, tetapi juga menjadi ruang edukasi, inspirasi, dan refleksi bersama bahwa pekerjaan tidak selalu datang dari luar, tetapi juga bisa diciptakan sendiri.

Baca Juga:
Program Pembinaan Kemandirian, Bekal WBP Lapas Narkotika Kelas II Bandung Usai Jalani Masa Hukuman

Acara ini membuka banyak wawasan baru bagi para pencari kerja, terutama para calon lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi. Mereka mendapatkan akses langsung ke HRD perusahaan, mengikuti wawancara singkat, serta memahami kultur dan kebutuhan industri.

Dengan ratusan lowongan kerja yang ditawarkan, harapan baru bagi ribuan warga Situbondo pun menggelora. Pemerintah daerah berharap angka pengangguran bisa ditekan dan produktivitas SDM meningkat secara signifikan.

Ke depan, Job Fair akan terus dievaluasi dan ditingkatkan skalanya. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyatakan akan menggandeng lebih banyak perusahaan nasional dan global untuk hadir di Situbondo.

Bupati Situbondo optimistis, dengan semangat kolaboratif dan mentalitas yang terus diperkuat, Situbondo benar-benar bisa naik kelas — tidak hanya dalam olahraga dan pariwisata, tetapi juga dalam bidang ketenagakerjaan dan ekonomi kerakyatan.

Pesan pamungkas Mas Rio, “Dan kalau sudah banyak investasi, Saya minta kepada LSM-LSM, Jangan mengganggu investor datang ke Situbondo.”

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: