Berita  

Nasim Khan Apresiasi Launching KKMP Tukangkayu, Targetkan Banyuwangi Tercepat Bangun Koperasi Merah Putih

BANYUWANGI (SBINews.id) – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, H.M. Nasim Khan, mengapresiasi peluncuran Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukang Kayu, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (9/12/2025). Legislator Senayan tersebut menilai Banyuwangi memiliki potensi besar untuk menjadi kabupaten percontohan tercepat dalam pembangunan dan pengembangan fasilitas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP).

Nasim Khan menyampaikan bahwa saat ini di Banyuwangi tengah dibangun sebanyak 63 titik KD/KMP. Pembangunan tersebut, kata dia, sejalan dengan arahan Presiden agar koperasi dikelola secara modern dan profesional, mencakup berbagai unit usaha strategis yang terintegrasi.

“KD/KMP akan kita kelola secara modern. Mulai dari gerai sembako, apotek, klinik, lembaga keuangan mikro, sarana transportasi, hingga gudang logistik. Ini menjadi bukti bahwa ketika masyarakat diberi akses permodalan, badan usaha, dan arena bisnis yang adil, mereka bisa lebih berdaya saing,” ujar Nasim Khan.

Menurutnya, keberadaan KD/KMP tidak akan mematikan warung kecil maupun pelaku UMKM. Justru sebaliknya, koperasi Merah Putih diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha rakyat, karena mendapatkan harga khusus hasil kerja sama dengan BUMN. Salah satunya distribusi gas elpiji 3 kilogram yang bisa diperoleh dengan harga agen.

“Kita optimistis KD/KMP justru membantu warung kecil dan UMKM. Koperasi ini menjadi simpul distribusi yang adil dan efisien bagi masyarakat,” tegasnya.

Peluncuran KKMP Tukang Kayu dilakukan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono. Acara tersebut dirangkai dengan peninjauan sejumlah unit usaha koperasi, sekaligus transaksi pembelian di gerai sembako sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah terhadap penguatan ekonomi berbasis koperasi.

Dalam kegiatan itu, Menkop didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo, Tenaga Ahli Komisi VI DPR RI H.M. Nasim Khan, perwakilan Komisi VI DPR RI Muhammad, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa, serta Ketua KKMP Tukang Kayu Imam Maskun bersama jajaran pengurus.

Baca Juga:
Ratusan Slankers Situbondo Gelar Doa Bersama untuk Bunda Iffet, Bupati Ajak Kolaborasi Perangi Narkoba

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa integrasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ke dalam aplikasi Jaga Desa merupakan fondasi penting bagi operasional koperasi yang modern, transparan, dan akuntabel. Melalui platform tersebut, tata kelola koperasi dapat dipantau dengan lebih mudah, baik dari sisi administrasi maupun keuangan.

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan hanya tempat simpan pinjam, tetapi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pengelolaannya harus mengikuti standar ritel modern agar mampu bersaing dan memberi manfaat maksimal bagi anggota,” kata Ferry Juliantono dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Menkop menjelaskan bahwa KD/KMP akan mengelola beragam unit usaha, seperti gerai sembako, apotek, klinik, gudang logistik, hingga lembaga keuangan mikro. Seluruh unit tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memangkas rantai distribusi yang selama ini dinilai merugikan warga.

Saat melakukan peninjauan lapangan, Menkop juga memberikan apresiasi terhadap KKMP Tukang Kayu yang telah memasarkan produk-produk lokal unggulan, seperti gula dan kopi. Menurutnya, keterlibatan produk lokal di koperasi merupakan bentuk nyata pemberdayaan ekonomi daerah dan penguatan kemandirian masyarakat.

Menkop menambahkan, prinsip utama koperasi adalah keuntungan yang dihasilkan harus kembali kepada anggota. Dengan skema tersebut, koperasi Merah Putih diharapkan menjadi instrumen pemerataan ekonomi yang berkelanjutan, bukan sekadar entitas bisnis semata.

Peluncuran KKMP Tukang Kayu dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem koperasi di Jawa Timur. Banyuwangi pun diproyeksikan menjadi contoh keberhasilan implementasi koperasi modern yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat serta pengembangan ekonomi lokal.

Penulis: DidikEditor: Hamzah
error: