SITUBONDO (SBINews.id) – Terik matahari di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, pada Senin (9/2/26) siang itu tak menyurutkan semangat ratusan santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Mengenakan sarung dan membawa tas-tas besar, mereka bersiap menyeberangi lautan menuju kampung halaman di Pulau Sapudi dan Kangean, Madura.
Namun, pemandangan di dermaga kali ini terasa berbeda. Di tengah hiruk-pikuk antrean, tampak sejumlah personel Satpolairud Polres Situbondo tidak hanya berjaga dengan tangan bersedekap. Sebaliknya, mereka sibuk berjibaku dengan barang bawaan penumpang yang menggunung.

Mengingat perjalanan laut menuju Kepulauan Madura memakan waktu hingga 4 sampai 6 jam, para santri lazimnya membawa perbekalan yang cukup banyak. Kardus berisi makanan, tas pakaian yang penuh, hingga karung-karung logistik menjadi pemandangan biasa.
Masalahnya, jarak dari pintu masuk pelabuhan menuju pintu masuk kapal (ramp door) terbilang jauh. Melihat para santri yang tampak kepayahan, para anggota kepolisian ini pun sigap menghampiri. Tanpa ragu, pundak-pundak berseragam biru itu menjadi tumpuan bagi tas-tas berat milik para santri.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., melalui Kasatpolairud AKP Gede Sukarmadiyasa, menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari komitmen ‘Polisi Penolong‘.
“Pelayanan humanis ini adalah tugas pokok kami. Anggota wajib peka melihat warga yang kesulitan. Berjalan jauh sambil membawa beban berat tentu melelahkan bagi adik-adik santri, di sinilah Polri hadir untuk meringankan beban mereka,” ujar AKP Gede saat dikonfirmasi pada Selasa (10/2/26).
Menurutnya, pengamanan ini bukan sekadar soal ketertiban, melainkan memastikan perjalanan mudik menjelang Ramadhan ini berjalan dengan rasa nyaman dan aman.
Kepedulian petugas di lapangan membuahkan senyum lebar dan rasa syukur dari para penumpang. Salah seorang wali santri yang turut serta dalam rombongan mengaku terharu dengan bantuan spontan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Tadi sempat bingung bawanya karena jauh dan barangnya banyak untuk bekal di kapal. Tiba-tiba Pak Polisi datang membantu sampai ke dalam kapal. Terima kasih banyak, semoga berkah,” ungkapnya dengan wajah sumringah.
Aksi kecil namun berdampak besar ini menjadi bukti bahwa di balik seragam tegas kepolisian, terdapat empati yang kuat untuk melayani masyarakat, memastikan tiap langkah santri menuju rumah menjadi lebih ringan dan berkesan.












