Berita  

Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Dongkrak Produktivitas Padi, Kecamatan Situbondo Dorong Pertanian Berkelanjutan

SITUBONDO (SBINews.id) – Upaya mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sekaligus menjawab persoalan darurat sampah terus didorong Pemerintah Kecamatan Situbondo. Melalui kolaborasi dengan sejumlah bank sampah dan praktisi pengelolaan limbah, pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai nutrisi tanaman mulai diperkenalkan kepada masyarakat sebagai solusi pertanian berkelanjutan.

Camat Situbondo Kota, Rosy Rosaindratna, S.Sos., mengatakan tingginya biaya produksi pertanian saat ini masih menjadi tantangan utama bagi petani. Kondisi tersebut dipicu oleh ketergantungan terhadap pupuk dan nutrisi tanaman berbahan kimia yang harganya terus meningkat, sementara pemanfaatan limbah organik sebagai sumber nutrisi alternatif masih tergolong rendah.

Menurutnya, situasi tersebut berdampak pada menurunnya efisiensi usaha tani dan semakin tingginya ketergantungan petani terhadap input produksi dari luar. Di sisi lain, Kabupaten Situbondo juga tengah menghadapi persoalan serius terkait pengelolaan sampah.

Rosy menjelaskan, usia operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Selimung diperkirakan hanya tersisa sekitar satu setengah tahun lagi. Karena itu, diperlukan langkah strategis dalam pengurangan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga, sehingga beban pengelolaan di TPA dapat ditekan secara signifikan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Kecamatan Situbondo menggandeng praktisi pengelolaan sampah dari Bank Sampah Jaya Mandiri, Purwanto, yang juga menjabat sebagai Kepala GSI Bank Sampah Induk Kabupaten Situbondo. Program ini turut diperkuat oleh tiga bank sampah lainnya, yakni Bank Sampah Mawar Bersinar, Cahaya Kerja, dan Lumbung Cemara yang berada di wilayah Kecamatan Situbondo.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan. Sasaran program meliputi Tim Penggerak PKK, ibu-ibu RT, RW, hingga perangkat kelurahan yang diharapkan menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Baca Juga:
Jaga Kesehatan Mental WBP, Rutan Situbondo Gelar Psikoedukasi Pengelolaan Emosi

Melalui program ini, masyarakat diperkenalkan pada pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik serta pemanfaatannya agar memiliki nilai tambah, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Limbah dapur yang selama ini dianggap tidak bernilai didorong untuk diolah menjadi nutrisi tanaman yang dapat dimanfaatkan oleh petani.

Rosy menegaskan, program tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah rumah tangga, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan limbah sebagai bagian dari sistem pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Selain mendukung penanganan darurat sampah, program ini juga diarahkan untuk mendorong lahirnya wirausaha baru berbasis pengolahan limbah rumah tangga. Masyarakat di tingkat desa dan kelurahan diharapkan mampu mengembangkan usaha pengolahan limbah dapur menjadi nutrisi tanaman yang memiliki nilai ekonomi.

Hasil awal program tersebut menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Berdasarkan uji coba yang dilakukan di lahan sawah milik Abdul Kadir, petani Desa Talkandang, pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai nutrisi tanaman terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi secara signifikan.

Dari hasil pengukuran ubinan, produksi padi mengalami peningkatan dari sebelumnya 7,3 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare menjadi 9,1 ton GKP per hektare. Kenaikan hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif nutrisi tanaman yang efektif sekaligus lebih ekonomis.

Keberhasilan uji coba tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani lainnya di Kabupaten Situbondo untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan beralih pada pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di sekitar mereka.

Kegiatan sosialisasi dan panen hasil uji coba ini dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026) di lahan sawah milik Abdul Kadir di Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo. Lahan yang digunakan memiliki luas sekitar satu hektare, dengan sekitar 0,57 hektare berada di area depan Puskesmas Situbondo.

Baca Juga:
Perkuat Sinergitas, Rutan Situbondo Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine Dadakan

Melalui sinergi antara pemerintah kecamatan, bank sampah, kelompok masyarakat, dan petani, program ini diharapkan menjadi salah satu model pengelolaan sampah terpadu yang mampu mendukung terwujudnya pertanian produktif sekaligus membantu mengatasi persoalan lingkungan di Kabupaten Situbondo.

Dengan pendekatan tersebut, limbah rumah tangga tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: