Berita  

Buka-Bukaan Data Fiskal Situbondo di Forum Rebbhuwen, Bupati Rio: Kritik Aku Semampumu!

SITUBONDO (SBINews.id) – Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpusip) menggelar Literasi Rebbhuwen: The Melting Pot of Situbondo di teras depan Pendopo Rakyat Situbondo, Rabu (24/6/26) malam. Forum yang berlangsung mulai pukul 20.05 WIB hingga sekitar 23.20 WIB itu menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, gagasan, pertanyaan, hingga berbagai persoalan yang dihadapi daerah.

Mengusung tema “Kritik Aku Semampumu, Cintai Situbondo Sepenuhnya“, kegiatan tersebut menghadirkan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio, didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Suasana diskusi ini berlangsung santai dengan selingan hiburan musik dangdut dengan penampilan penyanyi Sugeng D’Academy.

Dalam paparannya, Mas Rio memilih membuka kondisi fiskal daerah secara transparan kepada masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak dapat dipisahkan dari kemampuan keuangan pemerintah daerah yang seluruhnya bersumber dari uang rakyat melalui APBD.

Ia menjelaskan, kemampuan fiskal Kabupaten Situbondo dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Pada 2024, nilai APBD hampir menyentuh Rp.2 triliun, kemudian sekitar Rp.1,9 triliun pada 2025, dan turun menjadi sekitar Rp.1,58 triliun pada 2026.

“Dari total anggaran tersebut, sekitar separuhnya digunakan untuk belanja pegawai. Kondisi itu membuat ruang fiskal pemerintah menjadi terbatas sehingga setiap program pembangunan harus disusun berdasarkan skala prioritas,” ungkap Mas Rio.

Salah satu prioritas yang tengah diperjuangkan adalah pembangunan infrastruktur melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD). Mas Rio mengatakan, Jalan Lingkar Utara diproyeksikan menjadi solusi untuk mengurangi persoalan kemacetan dan meningkatkan konektivitas kawasan perkotaan.

Selain infrastruktur, Mas Rio menegaskan bahwa Situbondo tidak boleh bergantung hanya pada satu sektor ekonomi. “Struktur ekonomi daerah harus diperkuat secara lebih merata melalui pertanian, perikanan, UMKM, perdagangan, hingga sektor pariwisata,” katanya.

Baca Juga:
Kemenhan RI Salurkan Ratusan Ternak Bantuan Tahap Kedua bagi Buruh Tani Situbondo: Harapan Baru di Balik Alih Fungsi Lahan

Ia memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Situbondo menunjukkan tren positif, yakni 3,7 persen pada 2021, meningkat menjadi 5,3 persen pada 2022, sebesar 4,9 persen pada 2023, 4,81 persen pada 2024, dan kembali naik menjadi 5,28 persen pada 2025. Angka tersebut bahkan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

“Namun, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya terlihat pada angka statistik. Pemerintah harus memastikan manfaat pertumbuhan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Mas Rio.

Menurutnya, perputaran uang di Situbondo dalam satu tahun mencapai sekitar Rp.2,8 triliun. Tantangan terbesar pemerintah adalah memastikan uang tersebut tetap berputar di daerah sehingga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

Di bidang kesehatan, Pemkab Situbondo telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp.73 miliar. Sementara pada sektor pendidikan, pemerintah menyiapkan program beasiswa jenjang S1 hingga S3 dengan skema yang berbeda dari daerah lain.

Tidak hanya membiayai uang kuliah, pemerintah juga berencana menanggung biaya hidup penerima beasiswa, khususnya bagi mahasiswa pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang dinilai menjadi kebutuhan pembangunan daerah pada masa mendatang.

Mas Rio juga mengungkapkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang dijadwalkan mulai dibangun pada Oktober 2026 di Desa Sliwung. Program tersebut diproyeksikan menjadi solusi bagi masyarakat kurang mampu agar tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.

Pada sektor pangan, ia mengungkapkan Situbondo masih mengalami kekurangan sekitar 12 ton telur setiap hari. Sementara untuk komoditas cabai, persoalan utama bukan terletak pada produksi, melainkan distribusi karena sebagian besar hasil panen justru dipasarkan ke luar daerah.

“Karena itu, saya mendorong gerakan menanam cabai di pekarangan rumah sebagai langkah sederhana untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar,” imbau Mas Rio.

Baca Juga:
Mas Rio Ajak Pelaku Usaha Bangun Situbondo Jadikan Daerah Ramah Investasi

Bupati muda itu juga menyoroti potensi ekonomi lokal yang selama ini belum memberikan nilai tambah maksimal. Ia mencontohkan produk ikan pindang dari Ketah, Kecamatan Suboh, serta kerajinan besek dari Taman Kursi yang selama ini justru banyak dipasarkan ke Bondowoso.

“Potensi tersebut harus dikembangkan menjadi rantai ekonomi yang mampu menghasilkan nilai tambah, bukan sekadar menjual komoditas mentah. Sampai hari in masih kita upayakan untuk mencari solusinya,” katanya.

Dalam upaya memperkuat UMKM, Pemkab Situbondo menjalankan program Vorsa UMKM berupa subsidi bunga pinjaman bagi pelaku usaha. Namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala.

Dari 3.675 pendaftar, hanya enam orang yang dinyatakan lolos. Mayoritas calon penerima terkendala hasil SLIK atau BI Checking akibat riwayat pinjaman online, sehingga pemerintah akhirnya memangkas anggaran program tersebut agar tetap sesuai dengan kondisi riil.

Pada sektor pariwisata, pemerintah menargetkan kawasan Wisata Pasir Putih menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan tersebut akan dikembangkan lebih serius dengan harapan mampu menjadi destinasi unggulan seperti kawasan wisata di Batu.

Dalam kesempatan itu, Mas Rio juga mensosialisasikan layanan Rio Calling, sebuah kanal komunikasi langsung antara masyarakat dengan bupati agar berbagai persoalan dapat disampaikan tanpa birokrasi yang berbelit.

“Layanan ini saya buka setiap ada waktu senggang di sela tugas-tugas saya. Kadang pas waktu makan, rebahan bahkan pada saat di perjalanan. Dan ini sangat efektif mengatasi keluhan rakyat saya,” paparnya.

Selain itu, Pemkab Situbondo tetap melanjutkan program E-Berkah, yakni layanan pengajuan bantuan bagi rumah ibadah yang merupakan program peninggalan almarhum Bupati Dadang Wigiarto. Menurut Mas Rio, program yang masih memberikan manfaat bagi masyarakat layak untuk diteruskan dengan sistem yang lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran.

Baca Juga:
Lompati Margin Politik, Nasim Khan Gandeng Investor Bantu Korban Banjir Situbondo

Usai pemaparan, forum berlangsung interaktif. Berbagai kritik, saran, dan aspirasi mengalir dari peserta, mulai dari persoalan sampah yang mencemari saluran irigasi persawahan, kebutuhan peningkatan pelayanan publik, hingga beragam persoalan kemasyarakatan lainnya.

Melalui forum Literasi Rebbhuwen, Pemerintah Kabupaten Situbondo berharap budaya dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat terus terbangun. Dengan komunikasi yang jujur, transparan, dan partisipatif, berbagai persoalan daerah diharapkan dapat diselesaikan secara bersama demi mewujudkan Situbondo yang semakin maju dan berdaya saing.

error: