Berita  

Situbondo-Serang Bangun Poros Anyer–Panarukan, Mas Rio: Saatnya Sejarah Menjadi Jalan Masa Depan

SITUBONDO (SBINews.id) | Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Serang, Banten, resmi menandatangani Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama tentang Optimalisasi Potensi Daerah melalui Program Anyer–Panarukan, sebagai langkah awal membangun kolaborasi lintas daerah yang berlandaskan sejarah, budaya, pariwisata, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi.

Penandatanganan tersebut menjadi momentum penting yang mempertemukan dua daerah yang berada di ujung barat dan timur Pulau Jawa. Semangat yang dahulu diwujudkan melalui Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan kini dihidupkan kembali dalam bentuk kerja sama antarpemerintah daerah yang berorientasi pada pembangunan masa depan.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio, hadir didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Drs. H. Akhmad Yulianto, M.Si., Kepala Disparpora Edy Wiyono, S.Sos., M.Si., Sekretaris Dinas Pendidikan Sucipto, M.Pd., Kepala Diskoperindag Drs. Prio Andoko, M.Si., Kepala Diskominfo Drs. Sugiyono, M.Pd.I., serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah lainnya.

Sementara itu, rombongan Pemerintah Kabupaten Serang dipimpin langsung oleh Bupati Serang Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, S.Pd., M.M., didampingi Asisten Daerah I H. Samsudin, S.H., M.Si., Asisten Daerah II H. Febrianto Z.S., S.Ag., M.Si., Kepala Disporapar H. Anas Dwi Setia, S.Sos., M.Si., Plt. Kepala BPKAD Drs. H. Muhammad Ishak, Kepala Bapperida H. David Hermawan, S.E., M.M., Kepala Diskominfo H. Sutarman, S.S.C.P., M.Si., Kepala Diskoperindagkop H. Adang Rahmat, S.Sos., M.Si., Plh. Kepala Dispendikbud Muhammad Hanafiah, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Drs. Dite Hendra Purnama, Kepala Bagian Prokopim Leni Yuliani, S.E., beserta jajaran lainnya.

Kerja sama tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara kedua kepala daerah. Sejumlah perangkat daerah juga menandatangani perjanjian kerja sama teknis, yakni antara Disparpora Situbondo dengan Disporapar Serang, Dispendik Situbondo dengan Dispendikbud Serang, Diskoperindag Situbondo dengan Diskoperidagkop Serang, serta Diskominfo Situbondo dengan Diskominfo Serang.

Dalam sambutannya, Hj. Ratu menegaskan bahwa hubungan Kabupaten Serang dan Kabupaten Situbondo memiliki ikatan historis yang sangat kuat. Menurutnya, Program Anyer–Panarukan bukan sekadar mengingatkan masyarakat pada jalan bersejarah yang menghubungkan ujung barat dan timur Pulau Jawa, tetapi juga menjadi simbol konektivitas, persatuan, dan semangat membangun Indonesia melalui kolaborasi lintas wilayah.

Baca Juga:
Aksi Nyata LSM Garda Sakera di Tengah Banjir Situbondo: Wujud LSM Naik Kelas dan Sinergi Kemanusiaan
Dok.Foto: Bupati Serang, Banten, Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, S.Pd., M.M.

Ia mengatakan, semangat sejarah tersebut kini dihidupkan kembali dalam bentuk kerja sama pembangunan yang berpandangan ke depan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas daerah, memperluas jaringan pembangunan, sekaligus membuka berbagai peluang baru di berbagai sektor.

Menurutnya, penandatanganan kesepakatan bersama hanyalah langkah awal. Implementasi nyata di lapangan menjadi ukuran keberhasilan sesungguhnya dari kerja sama tersebut.

“Saya meyakini keberhasilan suatu kerja sama tidak diukur dari banyaknya dokumen yang ditandatangani, tetapi sejauh mana implementasinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh organisasi perangkat daerah yang terlibat menjadikan perjanjian tersebut sebagai komitmen bersama untuk menghadirkan program-program konkret, tepat sasaran, serta mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Serang maupun Kabupaten Situbondo.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Serang juga mengungkapkan apresiasinya kepada Mas Rio yang lebih dahulu berkunjung ke Serang untuk menawarkan gagasan kerja sama tersebut. Menurutnya, secara etika ia merasa perlu membalas kunjungan tersebut dengan datang langsung ke Situbondo bersama para kepala perangkat daerah.

Ia bahkan mengaku banyak pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang yang antusias ingin melihat secara langsung Kabupaten Situbondo sebagai daerah yang menjadi titik akhir Jalan Anyer–Panarukan.

“Kerja sama ini perlu dibangun dengan saling mengenal daerah masing-masing. Karena itu kami datang ke Situbondo agar benar-benar memahami potensi yang dimiliki daerah ini,” katanya.

Menutup sambutannya, Hj. Ratu mengajak kedua daerah terus merawat kemitraan tersebut agar tumbuh menjadi kerja sama yang kokoh, berkelanjutan, dan menghasilkan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.

Sementara itu, suasana penyambutan rombongan Serang berlangsung hangat. Dalam sambutannya, Mas Rio menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Bupati Serang beserta rombongan ke Situbondo.

Baca Juga:
Hujan Deras Tak Surutkan Langkah Mbak Ulfi Sambangi Korban Rumah Roboh di Sumberwaru
Dok.Foto: Bupati Situbondo, Jatim, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos., M.SM.

Ia menyebut Situbondo sebagai daerah yang penuh keberkahan. Bahkan ia menyambut secara khusus kehadiran Hj. Ratu yang menurutnya memiliki banyak peran, mulai sebagai bupati, tokoh perempuan, hingga pengasuh pondok pesantren.

Mas Rio juga memperkenalkan musisi nasional Trie Utami yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut sosok yang akrab disapa Mbak Iie itu sebagai figur kreatif yang mampu menerjemahkan berbagai gagasan besarnya, termasuk konsep “Road, Route and Root” (Jalan, Rute, dan Akar), yang menurutnya menjadi inspirasi penting dalam membangun Program Anyer–Panarukan.

Konsep tersebut, kata Mas Rio, akan menjadi fondasi dalam mengembangkan jalur Anyer–Panarukan, bukan hanya sebagai infrastruktur fisik, melainkan juga sebagai koridor sejarah, budaya, ekonomi kreatif, hingga pengembangan identitas daerah.

Dalam pidatonya, Mas Rio mengungkapkan bahwa gagasan Anyer–Panarukan lahir dari pembacaan panjang terhadap sejarah Indonesia, baik sejarah politik, ekonomi, budaya maupun perjalanan peradaban bangsa.

Ia kemudian mengulas sejarah Kabupaten Panarukan yang pada tahun 1858 menggantikan Kabupaten Besuki sebelum akhirnya berubah menjadi Kabupaten Situbondo sekitar tahun 1972.

Mas Rio bahkan secara terbuka menyampaikan harapannya agar suatu saat nama Kabupaten Situbondo dapat kembali menjadi Kabupaten Panarukan.

Menurutnya, nama Panarukan jauh lebih dikenal masyarakat Indonesia karena melekat kuat dalam sejarah nasional melalui Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan yang hingga kini masih diajarkan di bangku sekolah.

“Ketika saya memperkenalkan diri sebagai Bupati Situbondo, banyak yang masih berpikir Situbondo itu di mana. Tetapi ketika saya menyebut Panarukan, orang langsung memahami. Secara branding, Panarukan jauh lebih kuat tersimpan dalam memori sejarah bangsa,” ungkapnya.

Namun demikian, Mas Rio menegaskan bahwa gagasan tersebut hanyalah sebuah harapan yang akan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku.

Lebih jauh, ia menilai Jalan Anyer–Panarukan merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa. Terlepas dari berbagai sisi kelam sejarah pembangunannya, jalan sepanjang hampir 1.000 kilometer itu telah membentuk jaringan ekonomi terbesar di Indonesia.

Baca Juga:
KSOP Panarukan Tunda Sementara Keberangkatan Kapal ke Kepulauan Madura Akibat Cuaca Buruk

Karena itu, menurutnya, akan sangat disayangkan apabila dua kepala daerah yang berada di kedua ujung jalur bersejarah tersebut tidak memanfaatkan momentum sejarah untuk membangun kolaborasi ekonomi, budaya, pendidikan, pariwisata, dan investasi.

Mas Rio berharap kerja sama Situbondo dan Serang menjadi titik awal lahirnya jejaring besar antar kabupaten yang dilalui Jalur Anyer–Panarukan. Ia membayangkan seluruh kepala daerah di sepanjang lintasan bersejarah tersebut suatu saat dapat duduk bersama membangun kawasan ekonomi berbasis sejarah dan budaya.

Ia menyebut sejumlah daerah yang diharapkan bergabung dalam jejaring tersebut, mulai dari wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sehingga koridor Anyer–Panarukan kembali menjadi penghubung pembangunan nasional sebagaimana perannya pada masa lalu.

Mengakhiri sambutannya, Mas Rio mengajak seluruh pihak menjadikan momentum penandatanganan kerja sama tersebut sebagai bagian dari sejarah baru yang membawa manfaat bagi masyarakat di kedua daerah.

“Selamat mencatat sejarah. Bismillah, kita maju bersama. Situbondo dan Serang. Situbondo Naik Kelas, Serang Bahagia,” pungkasnya.

Dok.Foto: Rombongan dua Kabupaten bersama Forkopimcam Panarukan, Pos AL Wilayah Situbondo Tengah dan KSOP Kelas IV Panarukan.

Rombongan dua pemerintah kabupaten tersebut kemudian meluncur ke Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, tepatnya di Pelabuhan Lama Panarukan untuk melihat situs sejarah berupa bangunan Mercusuar Kuno. Hingga saat ini, instalasi penanda aktivitas kelautan tersebut masih terawat dengan baik dan juga masih digunakan untuk kepentingan nautika.

Melalui penandatanganan kesepakatan bersama ini, Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Pemerintah Kabupaten Serang menegaskan komitmen untuk membangun kolaborasi yang tidak berhenti pada seremoni administratif semata, tetapi diwujudkan dalam berbagai program nyata.

Kolaborasi ini tentu saja bertujuan untuk memperkuat sektor pariwisata, pendidikan, koperasi, perdagangan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan identitas sejarah Anyer–Panarukan sebagai salah satu warisan penting bangsa Indonesia.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: