Jambore Pramuka Santri Situbondo: Semangat Baru Pelopor dan Kesatria

SITUBONDO (SBINews.id) — Suasana Alun-Alun Kota Situbondo berubah menjadi lautan tenda dan bendera pada Jumat pagi. Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di seluruh penjuru Situbondo tampak berbaris rapi, berseragam Pramuka lengkap dengan selendang dan topi cokelatnya. Mereka hadir untuk mengikuti Perkemahan Jambore Santri Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Situbondo, yang digelar mulai Jumat hingga Sabtu, 31 Oktober hingga 1 November 2025, dengan mengusung tema besar “Santri Situbondo Pelopor dan Kesatria: Kesetiaan Trisatya dan Dasa Darma“.

Kegiatan ini menjadi momen bersejarah. Untuk pertama kalinya dalam catatan perjalanan Pramuka Situbondo, sebuah Jambore Santri digelar di jantung kota — Alun-Alun Situbondo. Sebanyak 15 pondok pesantren ikut serta dalam kegiatan ini, di antaranya Pondok Pesantren Mabadius Sholeh, Misbahul Ulum, Adz Dzikra, Fatkhus Salafi, Raudhatul Thalibin, Babus Salam, Makarimal Akhlak, Nurul Jadid, Nurul Huda Kapongan, Nurul Huda Paowan, Nurul Yaqin, Sarina, Zainul Fauzi, Salafiyah Syafi’iyah, dan Sabilal Muhtadi’in.

Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan meriah. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Situbondo Hj. Ulfiyah S.Pd.I (Mbak Ulfi) yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Situbondo, Kasdim 0823/Situbondo, perwakilan dari Polres Situbondo, Kementerian Agama Kabupaten Situbondo, serta sejumlah Kepala Dinas, Kepala Bagian, Camat se-Kabupaten Situbondo, Ketua Kwartir Ranting, perwakilan TP-PKK, Muslimat dan Fatayat NU, Ketua Ansor dan Banser, serta para pembina dan peserta jambore.

Deretan tenda-tenda dengan bendera pesantren masing-masing menghiasi lapangan alun-alun, menciptakan suasana semangat kebersamaan dan keislaman yang berpadu dalam semangat kepramukaan.

Dalam sambutannya, Mbak Ulfi membuka acara dengan penuh rasa syukur dan haru. “Puji syukur Alhamdulillahi Rabbil Aalamin, pada hari ini kita semua berkumpul di Alun-Alun Situbondo dalam rangka acara Jambore Santri Kabupaten Situbondo yang pertama. Semoga kita semuanya diberikan kekuatan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Baca Juga:
Situbondo Gelar Istighosah Akbar, Munajat untuk Kedamaian Negeri

Ia kemudian mengajak seluruh peserta untuk meneladani Rasulullah SAW dan menjadikan kegiatan Jambore sebagai sarana pembentukan karakter dan moralitas santri yang seimbang antara ilmu agama dan keterampilan hidup.

“Konsep kemah santri ini adalah kegiatan yang menggabungkan nilai-nilai Islam dengan kepramukaan. Tujuannya untuk menanamkan kepemimpinan, kemandirian, kedisiplinan, dan mempererat silaturahmi antar santri,” jelasnya di hadapan ratusan peserta.

Lebih jauh, Mbak Ulfi menegaskan bahwa Jambore Santri adalah cara modern untuk melanjutkan semangat “resolusi jihad” yang diwariskan oleh para ulama. “Kalau dulu santri berjuang dengan senjata, kini mereka berjuang dengan ilmu, akhlak, dan inovasi,” ujarnya lantang.

Mbak Ulfi berharap melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya tangguh dalam bidang keilmuan, tetapi juga siap secara fisik, mental, dan sosial untuk berperan aktif di tengah masyarakat. “Kita ingin mencetak santri yang disiplin, tangguh, berani, dan ber-akhlakul karimah,” tambahnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan mulai dari penguatan karakter, pelatihan kepemimpinan, pembinaan mental spiritual, simulasi pertolongan pertama, lomba kepramukaan, hingga kegiatan keagamaan seperti tadarus, sholawat, dan qiyamul lail.

Dok.Foto: Adik-adik peserta Jambore Pramuka Santri Situbondo 2025

Masing-masing pondok pesantren juga menampilkan kreativitas khas mereka, mulai dari yel-yel islami, pentas seni religi, hingga pementasan mini drama bertema perjuangan santri. Malam api unggun diwarnai lantunan sholawat yang menggema di bawah langit Situbondo, mempertemukan semangat keislaman dan kepramukaan dalam satu irama.

Dalam wawancara usai upacara pembukaan, Mbak Ulfi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Situbondo dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Situbondo. “Ini merupakan rangkaian dari Hari Santri Nasional. Kita bekerja sama dengan Kwarcab untuk melaksanakan Jambore Santri pertama di Situbondo,” tuturnya.

Baca Juga:
Nasim Khan Dukung Optimalisasi Program KUR 2025 Hingga Rp300 Triliun

Menurutnya, meskipun peserta masih terbatas pada 15 pondok pesantren, antusiasme dari berbagai wilayah luar seperti Besuki dan Panarukan sangat tinggi. “Banyak pondok pesantren dari wilayah barat ingin ikut, tapi karena ini yang pertama, kita fokus pada peserta yang terdekat dulu,” katanya.

Lebih lanjut, Mbak Ulfi menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat silaturahmi antar pondok pesantren serta membentuk karakter santri yang berani, mandiri, dan tangguh. “Santri tidak hanya berani di pesantren, tapi juga siap ketika berhadapan dengan masyarakat luas,” ujarnya.

Mbak Ulfi berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah pembelajaran sosial yang membentuk mental santri agar mampu beradaptasi dengan berbagai situasi di kehidupan nyata.

Pemerintah Kabupaten Situbondo memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Jambore Santri ini. “Masya Allah, luar biasa support dari pemerintah. Tenda-tenda dari BPBD, Dinsos, Dinas Kesehatan, PMI, Satpol PP, semuanya ikut terlibat. Bahkan mereka juga memberikan materi langsung kepada peserta,” terang Mbak Ulfi.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas instansi dan wujud keseriusan pemerintah dalam membina generasi muda, terutama santri, agar lebih siap menghadapi tantangan zaman.

Menutup wawancara, Mbak Ulfi memastikan bahwa Jambore Santri akan menjadi agenda rutin tahunan di Kabupaten Situbondo. “Pasti akan ada kegiatan lanjutan. Insya Allah tahun depan skalanya akan lebih besar dan melibatkan lebih banyak pesantren,” katanya optimistis.

Para santri terlihat bersemangat mengikuti berbagai kegiatan dan permainan edukatif. Sorak-sorai semangat mereka menandai lahirnya babak baru dalam gerakan Pramuka Situbondo: Gerakan Santri yang Cinta Tanah Air, berjiwa pemimpin, disiplin, dan ber-akhlakul karimah.

Dok.Foto: Mbak Ulfi turut bersenam bersama adik-adik Pramuka

Dengan semangat Trisatya dan Dasa Darma, para santri Situbondo kini siap menapaki peran baru sebagai pelopor dan kesatria masa depan bangsa.

Baca Juga:
Pembentukan Asosiasi Kios Pupuk di Situbondo Mendapat Apresiasi dari Tokoh Hukum dan Aktivis Muda
Penulis: HamzahEditor: Hamzah
error: