Menembus Pasar Global dari Madura: Pertemuan Strategis Gus Lilur dan Sang Pionir Eksportir Rokok

SITUBONDO (SBINews.id) – Di tengah ambisinya memperluas imperium bisnis hingga ke kancah internasional, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, yang akrab disapa Gus Lilur, melakukan pertemuan penting yang menandai babak baru industri tembakau Madura. Pertemuan tersebut mempertemukan Gus Lilur dengan sosok “kunci”: seorang pengusaha yang disebut-sebut sebagai pionir sekaligus satu-satunya eksportir rokok Madura yang berhasil menembus pasar Asia dan Eropa secara legal.

Langkah Gus Lilur ini bermula dari kerendahan hati untuk belajar. Menyadari dirinya masih awam dalam teknis ekspor hasil tembakau, Gus Lilur mendapatkan rekomendasi dari seorang pejabat Bea Cukai. Sosok yang diperkenalkan bukan orang sembarangan; ia adalah pria kelahiran Lombok Timur, NTB, yang telah lama menetap di Pamekasan dan mengoperasikan pabrik rokok di dua wilayah, Sumenep dan Pamekasan.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, sang pionir membagikan gudang pengalamannya. Mulai dari seluk-beluk pemilihan tembakau, rahasia racikan saos rokok, manajemen pabrik, hingga birokrasi rumit ekspor internasional. Salah satu produk unggulannya yang kini telah melanglang buana ke mancanegara adalah merek EXODUS.

Di hadapan mentor barunya itu, Gus Lilur tidak ragu memaparkan mimpi besarnya. “Saya ingin menjadi pengusaha rokok terbesar di Asia, bukan hanya di Indonesia,” tegas Gus Lilur.

Bak gayung bersambut, sang eksportir memberikan perspektif realistis mengenai peta persaingan. Ia mengungkapkan bahwa meski saat ini banyak pabrik rokok berdiri di Madura, sangat sedikit yang mampu menembus pasar nasional, apalagi menembus ketatnya standar pasar ekspor.

Suasana diskusi sempat memuncak ketika Gus Lilur mengungkapkan fakta yang mengejutkan sang lawan bicara. Gus Lilur ternyata telah memiliki jaringan pasar yang eksis di sembilan negara Asia. Informasi ini menjadi titik balik pembicaraan yang kemudian berlanjut pada sebuah kesepakatan strategis atau dealing usaha antara keduanya.

Baca Juga:
TRITURA Petani Tembakau Madura: Gus Lilur Desak Transformasi Kebijakan dan Cukai Rakyat

Pertemuan yang berlangsung pada Jumat malam (27/2/26) di kediaman sang pengusaha di Pamekasan itu berlangsung cukup lama. Menghargai keramahan tuan rumah, Gus Lilur memutuskan untuk mengakhiri diskusi tepat pada pukul 23.55 WIB.

“Saya melihat beliau sudah mengantuk, namun tetap sungkan untuk mengakhiri pembicaraan. Maka saya yang berinisiatif untuk menyudahi,” ungkap Gus Lilur.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sejarah kolaborasi mereka. Namun, selaras dengan karakter pengusaha yang rendah hati dan bergerak di bawah radar, sang pionir mengajukan satu syarat: namanya tidak dipublikasikan ke khalayak luas.

Gus Lilur pun menyanggupi permintaan tersebut sebagai bentuk penghormatan profesional. Meski identitas sang pionir tetap menjadi rahasia, langkah nyata dari dealing usaha malam itu diprediksi akan segera terasa gaungnya di industri tembakau lintas negara.

Penulis: Info WAG Wartawan PremiumEditor: Hamzah
error: