SITUBONDO (SBINews.id) — Kabupaten Situbondo dinilai memiliki momentum yang tepat serta rekam jejak sejarah yang kuat untuk kembali menjadi tuan rumah perhelatan akbar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Penilaian tersebut disampaikan Rektor Universitas Ibrahimy Sukorejo, Dr. Khoirul Anwar, M.HI, menanggapi wacana pengusulan Situbondo sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
Khoirul Anwar menegaskan bahwa Situbondo bukan daerah baru dalam sejarah perjalanan NU. Kabupaten yang dikenal sebagai kota santri itu pernah menjadi saksi lahirnya keputusan penting organisasi melalui penyelenggaraan Muktamar NU ke-27 pada 1984 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
Muktamar tersebut dikenang sebagai momentum monumental dalam sejarah bangsa, karena melahirkan keputusan penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keputusan itu sekaligus meneguhkan peran NU sebagai organisasi keagamaan yang berkomitmen kuat terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Melalui Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo pernah ditunjuk untuk perhelatan Muktamar NU ke-27 dengan keputusan yang sangat monumental. Kalau saat ini Situbondo kembali diusulkan sebagai tempat muktamar, kami kira momentumnya sangat tepat,” ujar Khoirul Anwar saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, Muktamar NU ke-35 memiliki posisi strategis dalam perjalanan organisasi, karena akan menjadi ruang konsolidasi sekaligus pengukuhan peran NU di tengah dinamika sosial, politik, dan kebangsaan yang terus berkembang.
Ia menilai, dalam berbagai fase penting perjalanan NU, Situbondo selalu hadir dan berkontribusi. Hal itu menjadi legitimasi historis yang tidak bisa dilepaskan dari pembahasan lokasi muktamar mendatang.
Dari sisi kesiapan teknis, Khoirul Anwar menyebut Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo memiliki pengalaman panjang sebagai tuan rumah berbagai agenda berskala besar. Tidak hanya kegiatan nasional, sejumlah forum internasional juga pernah sukses digelar di kawasan pesantren tersebut.
“Terakhir ada temu inklusi nasional dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi tematik hingga pameran, dan semuanya terselenggara dengan baik dan sukses,” katanya.
Ia menambahkan, jika Muktamar NU kembali digelar di Situbondo, dampaknya tidak hanya dirasakan secara organisatoris, tetapi juga akan memperkuat ukhuwah di kalangan warga NU serta memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
“Secara jam’iyah dan ukhuwah, masyarakat santri akan menyatu membantu, baik secara lahir maupun batin. Dan tentu saja ada implikasi ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo telah lebih dulu mengusulkan Kabupaten Situbondo sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35. Usulan tersebut disampaikan dalam berbagai kesempatan, baik secara formal maupun informal, kepada jajaran struktural NU.
Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menilai Situbondo memiliki legitimasi historis yang kuat serta kesiapan sosial yang matang untuk kembali menjadi lokasi penyelenggaraan muktamar NU.
“Situbondo punya sejarah penting bagi NU, terutama Muktamar ke-27 di Sukorejo yang melahirkan keputusan besar tentang Pancasila. Spirit itu masih hidup dan dirawat hingga hari ini,” ujar Mas Rio, Minggu (4/1/2026).
Mas Rio menegaskan, Pemerintah Kabupaten Situbondo siap memberikan dukungan penuh apabila dipercaya menjadi tuan rumah. Dukungan tersebut meliputi kesiapan infrastruktur, pengamanan, koordinasi lintas sektor, hingga pelibatan masyarakat pesantren dan warga NU secara luas.
“Muktamar bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum kebangsaan dan keumatan. Pemerintah daerah tentu berkewajiban hadir dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga meyakini, penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 di Situbondo akan membawa dampak positif bagi penguatan nilai-nilai kebangsaan, persatuan umat, serta peningkatan perekonomian masyarakat lokal.
“Yang terpenting, muktamar ini menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah dan peran strategis NU dalam menjawab tantangan zaman,” pungkas Mas Rio.












