Gus Lilur Dorong Transformasi Industri Tembakau: Dari Skema Cukai Baru hingga KEK Madura

SITUBONDO (SBINews.id) – Geliat penataan industri tembakau nasional memasuki babak baru. Pengusaha rokok sekaligus pemilik Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur) kembali menyuarakan urgensi reformasi sektor tembakau yang berpihak pada rakyat.

Menyambung aspirasi ‘TRITURA Petani Tembakau Madura’ yang sempat digelorakannya, Gus Lilur menilai pemerintah kini mulai menunjukkan sinyal positif dalam merespons karut-marut sektor tembakau, terutama terkait isu rokok ilegal dan masa depan industri skala kecil.

Apresiasi untuk Menteri Keuangan

Salah satu poin krusial yang disorot Gus Lilur adalah rencana Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menerbitkan skema cukai layer baru. Kebijakan ini dinilai sebagai angin segar bagi pelaku UMKM rokok yang selama ini terhimpit beban cukai yang tidak proporsional.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada Menteri Keuangan Pak Purbaya atas rencana penerbitan layer baru cukai rokok rakyat. Ini langkah positif dan sangat ditunggu pelaku usaha kecil,” ujar Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, struktur cukai yang ada selama ini cenderung memberatkan pelaku usaha menengah ke bawah, sehingga menutup celah bagi mereka untuk naik kelas menjadi entitas yang legal dan sehat.

Transformasi, Bukan Sekadar Penindakan

Terkait maraknya rokok ilegal, Gus Lilur menawarkan perspektif yang lebih persuasif. Ia menegaskan bahwa pendekatan represif melalui penindakan hukum semata tidak akan tuntas jika tidak dibarengi dengan penyediaan “jalan keluar” yang realistis.

Ia berpendapat bahwa banyak pelaku rokok ilegal sebenarnya memiliki potensi pasar dan kapasitas produksi yang mumpuni, namun terganjal oleh rumitnya perizinan dan tingginya biaya legalitas.

“Negara harus membuka ruang transformasi. Pengusaha rokok ilegal harus diarahkan masuk ke jalur legal, bukan hanya ditindak,” tegasnya. Menurutnya, negara harus hadir sebagai fasilitator yang menyediakan jalur transisi yang terjangkau bagi industri rakyat.

Baca Juga:
Tips Menjaga Perabot Kayu Agar Terhindar dari Rayap

Visi Besar: KEK Tembakau Madura

Sebagai solusi pamungkas, Gus Lilur kembali menekankan bahwa seluruh upaya penataan ini harus bermuara pada pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura. Baginya, KEK adalah kunci integrasi ekosistem tembakau yang akan menguntungkan semua pihak, mulai dari petani hingga negara.

“Ujung dari semua ini harus menuju KEK Tembakau Madura. Di sana nanti ada integrasi antara petani, industri, perdagangan, dan pengawasan dalam satu sistem yang jelas,” jelas Gus Lilur.

Ia optimistis, keberadaan KEK tidak hanya akan meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga mengubah status Madura dari sekadar pemasok bahan baku mentah menjadi pusat industri tembakau nasional yang berdaulat.

“Kalau KEK Tembakau Madura terwujud, Madura akan naik kelas. Negara harus hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator transformasi ekonomi rakyat,” pungkasnya.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: