SITUBONDO (SBINews.id) – Kepolisian Resor Situbondo menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan upaya pencegahan dan penindakan tindak pidana di wilayah hukumnya. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan, S.I.K., M.I.K., saat memberikan keterangan terkait tren kriminalitas sekaligus perkembangan penanganan kasus pembunuhan satu keluarga yang terjadi di Desa Demung, Kecamatan Besuki.
AKBP Rezi menjelaskan, berdasarkan evaluasi yang dilakukan, tren tindak pidana di Situbondo menunjukkan dinamika yang beragam. Ada jenis kejahatan yang cenderung stagnan, sementara beberapa lainnya mengalami peningkatan. Menyikapi kondisi tersebut, Polres Situbondo tetap mengedepankan langkah-langkah preventif sebagai strategi utama.
“Artinya, tetap kita upayakan langkah-langkah preventif, baik melalui imbauan kepada masyarakat, edukasi, maupun peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga barang-barang berharga miliknya,” ujar AKBP Rezi.
Selain upaya pencegahan, Polres Situbondo juga memastikan bahwa setiap peristiwa pidana yang terjadi akan ditindaklanjuti secara maksimal. Menurut Kapolres, pengungkapan kasus dilakukan secara optimal dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.
“Setiap ada kejadian, tentu kita upayakan semuanya bisa terungkap. Itu menjadi komitmen kami,” tegasnya.
Terkait kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Demung, AKBP Rezi memaparkan bahwa pihak kepolisian menerima laporan kejadian tersebut pada Minggu, 28 Desember, sekitar pukul 09.30 WIB. Informasi awal diterima melalui Polsek setempat, kemudian langsung ditindaklanjuti dengan langkah-langkah kepolisian.
“Setelah menerima laporan, kami segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari fakta di lapangan, korban merupakan satu keluarga, yakni ayah, ibu, dan seorang anak,” ungkapnya.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Polres Situbondo menurunkan tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polres Situbondo, tim dari Polda Jawa Timur, Tim Identifikasi (Inafis), serta dukungan dari Laboratorium Forensik (Labfor) untuk memperkuat proses pembuktian.
“Sampai sore ini, tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan olah TKP. Kami juga terus mendalami keterangan dari orang-orang terdekat korban, baik keluarga, tetangga, maupun pihak lain yang mengenal korban,” jelas AKBP Rezi.
Ia menambahkan, sejauh ini sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan jumlah tersebut masih akan bertambah seiring pendalaman penyelidikan. Semua informasi yang diperoleh akan dikaji untuk menemukan motif dan mengarah pada pengungkapan pelaku.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP. Di antaranya adalah sebilah pisau yang ditemukan di area kamar mandi. Namun demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah pisau tersebut digunakan sebagai alat dalam tindak pidana pembunuhan.
“Kami juga telah menyita alat komunikasi milik korban serta beberapa barang lain yang kami anggap memiliki keterkaitan atau dapat memberikan petunjuk dalam pengungkapan kasus ini,” katanya.
Terkait hasil autopsi, AKBP Rezi menyampaikan bahwa hingga kini hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh masih belum diterima pihak kepolisian. Meski demikian, dari hasil awal dapat dipastikan bahwa para korban meninggal dunia akibat luka tusukan pada organ vital.
“Luka tusukan berada di bagian leher, yang menyebabkan korban kehilangan banyak darah dan mengalami kesulitan bernapas. Namun, kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah ada zat atau bahan tertentu yang dikonsumsi oleh korban,” jelasnya.
Menjawab pertanyaan terkait motif, Kapolres menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan motif kematian para korban. Seluruh kemungkinan masih terus didalami berdasarkan keterangan saksi, hasil olah TKP, serta barang bukti yang ditemukan.
“Kami belum bisa menyampaikan apakah peristiwa ini dilakukan sendiri atau melibatkan pelaku lain. Termasuk dugaan yang sempat beredar di media bahwa setelah melakukan pembunuhan kemudian terjadi bunuh diri, itu belum bisa kami pastikan. Kami belum berani menyimpulkan ke arah sana,” tegas AKBP Rezi.
Ia menjelaskan, posisi korban saat ditemukan menunjukkan bahwa ibu dan anak berada di satu ruangan dengan jarak berdekatan, sementara sang ayah ditemukan tidak jauh dari lokasi tersebut, tepatnya di kamar mandi. Kesamaan luka tusukan di bagian leher pada korban ibu dan anak menjadi salah satu fokus analisis penyidik.
Untuk memastikan pengungkapan berjalan optimal, Polres Situbondo secara resmi meminta bantuan dan dukungan dari Polda Jawa Timur, termasuk tim Identifikasi dan Laboratorium Forensik.
“Keterlibatan tim Polda Jatim ini merupakan upaya kami untuk melakukan penyelidikan secara serius dan optimal, mengingat keterbatasan alat kelengkapan yang dimiliki Polres,” ujarnya.
Kapolres juga mengungkapkan adanya kendala dalam proses penyelidikan. Salah satunya adalah kondisi TKP yang sempat dimasuki oleh pihak-pihak di luar petugas sebelum dilakukan pengamanan secara menyeluruh oleh kepolisian.
“Selain itu, kami juga mengalami kesulitan dalam pengumpulan rekaman CCTV, karena diduga kamera pengawas dalam kondisi mati sesaat sebelum kejadian, baik karena kerusakan maupun dugaan kesengajaan,” jelasnya.
Meski demikian, AKBP Rezi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti melakukan upaya pengungkapan. Semua kendala akan dihadapi dengan kerja maksimal dan profesional.
Terkait perkiraan waktu kejadian, Kapolres menyebutkan bahwa berdasarkan hasil identifikasi dan keterangan awal dari tim medis, peristiwa tersebut diprediksi terjadi pada Minggu dini hari. Para korban diketahui pertama kali oleh orang tua korban yang tinggal bersebelahan sekitar pukul 07.00 WIB.
Sementara itu, hasil penelusuran terhadap lingkungan sekitar hingga saat ini belum menemukan saksi yang mendengar suara mencurigakan atau melihat aktivitas tidak biasa sebelum kejadian.
“Kami sudah menggali informasi dari tetangga sekitar, namun sejauh ini belum ada yang mendengar atau melihat hal mencurigakan,” pungkas AKBP Rezi.
Polres Situbondo memastikan akan terus bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel untuk mengungkap peristiwa tragis tersebut, sekaligus menjaga rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.










